Becoming Sophisticated About Risk

Commodity Analysis

Technical Outlook



EUR/USD
Bias netral dalam jangka pendek karena adanya potensi koreksi bullish, khususnya jika harga mampu break diatas area 1.3440 untuk memicu tekanan bullish lebih lanjut menuju setidaknya area 1.3520. Pada pergerakan ke bawah, hanya break dibawah area 1.3385 akan memicu momentum bearish lebih lanjut menuju support kunci 1.3205.∙         

GBP/USD
Bias netral dalam jangka pendek karena adanya potensi koreksi bullish sebelum melanjutkan tren menurun. Resisten terdekat terlihat disekitar area 1.6080, break diatas area tersebut seharusnya memicu tekanan bullish lebih lanjut menguji kembali area 1.6120. Break dibawah area 1.6000 – 1.5985 akan mengubah bias intraday kembali ke bearish menuju 1.5890 dalam jangka yang lebih panjang.∙        

USD/JPY
Bias bullish dalam jangka pendek, khususnya jika harga mampu break diatas 99.00 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju setidaknya area 100.60 sebelum menguji kembali  area resisten 101.55. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 98.15, break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek.∙        

USD/CHF
Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang potensi perdagangan berada diantara area 0.9090 – 0.9175 dalam jangka pendek. Break konsisten diatas area 0.9175 akan momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9250 sebelum berbalik turun. Pada pergerakan kebawah, hanya break dibawah area 0.9090 akan mengubah bias intraday kembali menjadi bearish menguji kembali area 0.9005.∙        

AUD/USD.
Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang potensi perdagangan diantara area 0.9420 – 0.9590. Break konsisten diatas area 0.9590 seharusnya memicu tekanan bullish lebih lanjut menguji kembali area 0.9625 sebelum berbalik melemah. Pada pergerakan kebawah, hanya break 0.9420 akan mengubah bias intraday kembali ke bearish menuju area 0.9385 atau lebih rendah.∙        

XAU/USD
Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat disekitar area 1300, sementara resisten terdekat terlihat disekitar area 1320. Break dibawah area 1300 seharusnya memicu momentum bearish menguji area 1285. Disisi lain, break diatas area 1320 akan menambah tekanan bullish untuk menguji area 1330.∙        

Hang Seng Futures
Bias bearish dalam jangka pendek menguji ke area 22760, break kebawah dari area tersebut seharusnya memicu bearish lanjutan menuju wilayah 22680. Pada sisi lain, resisten terdekat berada di kisaran area 23000, break ke atas dari area tersebut mungkin akan merubah bias menjadi bullish dalam jangka pendek menguji ke area 23100.∙        

Nikkei Futures
Bias netral dalam jangka pendek dengan lebih banyak potensi tekanan turun menguji area 14110. Break dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish menguji area 14000. Disisi lain, resisten terdekat terlihat disekitar area 14270, break konsisten diatas area tersebut akan memberikan dorongan pada harga untuk menguji area 14400.∙        

Kospi Futures
Bias masih bearish dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat di kisaran area 262.50, break ke bawah dari area tersebut dapat memicu bearish lainnya menuju area kunci support di 261.00 Pada sisi atas, diperlukan break ke atas area 264.20 untuk memicu bullish lanjutan menuju wilayah 265.65. Secara keseluruhan, jika harga mampu break ke atas area 265.65 bias mungkin akan berubah menjadi bullish untuk hari ini.


Minyak Bakal Uji Level $90


Kamis, 04 Agustus 2011 09:29 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Jika data perekonomian AS terus memburuk, minyak Nymex dapat anjlok ke level $90/barrel, kata kepala komoditi Mizuho

Securities, Takumi Otsuka. Minyak sedikit menguat di awal perdagangan.

“Sentimen masih sangat bearish terkait kondisi perekonomian di Eropa dan AS yang lemah,”  tambahnya. “Fokus pasar pada data perekonomian AS pekan ini.” Angka pengangguran dirilis hari ini dan nonfarm payrolls dirilis besok (05/08), kedua data sangat berpengaruh pada pasar. USD menguat setelah BoJ melakukan intervensi ke dalam pasar mata uang. Hal ini turut menekan minyak meski berdampak kecil dan hanya sesaat, kata Otsuka.

Minyak Nymex bulan September naik 21 sen menjadi $92.14/barrel, Minyak ICE bulan September naik 2 sen menjadi $113.25/barrel.


Minyak Anjlok Terkait Persediaan Dan Lemahnya Data


Kamis, 04 Agustus 2011 07:52 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak turun tajam ke tingkat terendahnya dalam sebulan, dihantam oleh peningkatan persediaan minyak AS yang mengangkat kekhawatiran tentang permintaan minyak.

Memburuknya laporan ekonomi AS juga menekan harga minyak, menambah ketidakpastian yang telah menekan harga dalam minggu-minggu terakhir.

Kontral berjangka bensin AS memimpin penurunan harga minyak setelah data pemerintah AS menunjukkan stok bahan bakar meningkat tajam minggu lalu, sementara permintaan selama empat minggu terakhir turun 3.6 persen dari tahun lalu. Ini menambah kekhawatiran tentang konsumsi selama periode puncaknya di musim panas.

Minyak mentah AS untuk pengiriman September ditutup dilevel $91.93 per barel, turun $1.86, penutupan terendahnya sejak 27 Juni. Minyak mentah AS telah jatuh selama empat hari di lima hari terakhir.


Investor Buru Safe Haven, Emas Meroket


Kamis, 04 Agustus 2011 10:53 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Tindakan investor yang terus memarkir dana tunai ke dalam aset save-haven di tengah kegelisahan sentimen perekonomian makro membuat emas terus melesat. Spot emas di $1,665.70 per troy ons, naik $4.60 dari level penutupan.

Harga berada di bawah rekor tinggi hari Rabu (03/08) di $1,673.19/ons, namun sebagian besar partisipan pasar memperkirakan logam mulia akan terus melambung dalam jangka pendek dan menguji rekor tinggi baru dikarenakan pergolakan ekonomi makro. Deutsche Bank mencatat bahwa emas dapat menembus level $2,000/ons. Data non-farm payrolls AS menjadi data kunci bagi pergerakan emas untuk jangka pendek. Angka yang menurun, mengindikasikan lapangan kerja yang berkurang di negara dengan ekonomi terbesar di dnia. Hal ini akan mendorong emas terus meroket sementara jika angka perekrutan pekerja meningkat dapat menekan pasar.


Minyak Kembali Dekati $100


Selasa, 26 Juli 2011 16:16 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak naik di sesi London, kembali coba level psikologis $100, setelah  Presiden Obama mendesak pemimpin Republik dan Demokrat untuk mencapai kesepakatan demi naikkan plafon utang AS sehingga dapat hindari default.

Analis cukup optimis parlemen AS akan dapat capai kesepakatan segera; jika ini terjadi maka harga minyak akan menguat seiring cerahnya permintaan konsumen energi terbesar dunia. “Pasar cukup yakin akan ada stimulus lebih lanjut dari perundingan di parlemen dan ini tentunya faktor bullish untuk minyak,” ungkap Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services.

“Pada akhir minggu ini, kita mungkin akan melihat kesepakatan dan pasar akan pulih,” kata Tony Nunan, manajer Mitsubishi yang prediksi harga minyak akan bergerak sideways diantara $97 dan $103. Investor juga nantikan cadangan minyak yang akan dirilis Asosiasi Perminyakan AS (API) yang diprediksi berkurang untuk delapan minggu berurutan. (fir)


Emas Sedikit Terkoreksi Setelah Sentuh Rekor


Selasa, 26 Juli 2011 15:54 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas berjangka akhirnya mengalami koreksi kebawah setelah meraih rekor diatas $1620 per troy ons pada hari Senin kemairn, akibat tidak tercapainya negosiasi kenaikan plafon utang AS di Washington memicu minat aset safe haven.

Terpantau sejauh ini Emas diperdagangkan di level $1,611.04 per troy ons atau turun -0.17% dibandingkan harga pembukaan.
Beberapa minggu terakhir, para investor membeli emas akibat meningkatnya peluang downgrade rating kredit AS meskipun pergerakan di market belum mencerminkan potensi default utang AS, namun Emas sudah mengalami kenaikan 8.7% sejak awal bulan ini. Di saat bersamaan Emas fisik dalam bentuk perhiasan berkarat tinggi, diserbu oleh para investor terutama di Asia.
Menurut kebanyakan analis, ketidakpastian masalah hutang AS atau shock financial lainnya dapat memicu pengalihan resiko para investor ke aset seperti Emas.
Secara teknikal, reli Emas masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat terletak di area 1587, dengan potensial target terletak di area 1644, sebelum menuju ke target long term 1757. Di sisi bawahnya, diperlukan penembusan konsisten dibawah area 1604 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area support kunci 1587. Tapi secara keseluruhan, bias intraday masih bullish selama Emas bertahan di atas area tersebut. (Sap)

Crude Dip Offers Bullish Opportunity


By Jamie Saettele,

26 July 2011 15:15 GMT

300 Minute Bars

eliottWaves_oil_2_body_crude.png, Crude Dip Offers Bullish Opportunity

Prepared by Jamie Saettele, CMT

The rally from the 2009 low is in 3 waves (which is corrective) and the 2 bull legs of the move are roughly equal. The decline however from this year’s high is also corrective and crude broken to a new high for the month. Focus is now on the 100% extension at 103.30. Look higher as long as price is above 93.52.


Gold Could Dip to Support Below 1580


By Jamie Saettele,

26 July 2011 15:15 GMT

300 Minute Bars

eliottWaves_gold_2_body_gold.png, Gold Could Dip to Support Below 1580

Prepared by Jamie Saettele, CMT

Focus remains on the long term (multiyear) trendline, which is at 1681 this week (increases about $5 a week). A traditional measuring technique reveals a longer term objective of 1692.05 (adding width of consolidation to breakout level). Short term momentum considerations (divergence) and the latest rally possibly being from a triangle warn of a drop into support from current levels. Support is 1575 and 1555.


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati

Senin, 25 Juli 2011 08:54 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas reli di perdagangan Asia terkait ketidak pastian mengenai perundingan batas hutang AS yang membuat logam mulia makin diminati. Emas menyentuh level tertinggi baru di $1,622.49/ons di awal perdagangan.

Pelemahan harga emas pekan lalu dikarenakan akhir dari kesepakatan mengenai paket bantuan bagi Yunani, menurut Barclays Capital. Kekhawatiran mengenai masalah hutang yang masih membebani sentimen pasar dan tingkat inflasi yang semakin tinggi di tengah suku bunga yang rendah, membuat “harga emas turun”, menyebabkan harga terkoreksi untuk sementara.

Spot emas di $1,612.70/ons, naik $12.40 dan perak di $40.43/ons, naik 36 sen dari level penutupan. “Level support perak di $37/ons dan diperkirakan akan menembus $41.08/ons lalu $43/ons,” tambahya.


Gold Approaches Key Support Shift in Appetite to Risk Further Losses


Gold

Gold/USD • NY Spot Close 1487.14

Gold Approaches Key Support- Shift in Appetite to Risk Further Losses

Fundamental Forecast for Gold: Bearish

  • Gold Could Fall off a Cliff
  • Gold Price Hurt by Haven Status as Europe Drives Confidence
  • S&P 500 Hints Doubt Bottom, Oil and Gold at Trend-Defining Barriers

With risk appetite returning to markets in full force this week, significant gains in equities coupled with the end of the dollar diluting Fed easing policies are likely to see gold remain on the defensive. This week witnessed gold fall 1.17% on the back of the 2.36% drop seen the previous week. The yellow metal now approaches key support at the 100-day moving average at $1475.

Gold’s inability to climb amid weakness in the dollar may be a pre-curser to further losses moving forward. The Dow Jones FXCM Dollar Index (Ticker: USDollar ) declined more than 1.7% this week as improving risk appetite saw traders jettison the greenback for higher-yielding growth-linked assets. Yet the losses in the dollar and advances in the S&P did not translate into gains for gold, suggesting that there may be a fundamental shift away from the metal as an alternate investment. The breakdown of these key correlations continues to suggest gold me be in a technical correction as traders continue seek riskier assets.

With central banks like the ECB now gearing up to raise interest rates in an attempt to combat higher food and energy costs, the long gold anti-inflationary play will begin to lose its luster as sluggish wage growth and higher rates give rise to deflationary concerns. As appetite continues to pick up, gold becomes less of an attractive asset for traders seeking to maximize exposure to higher yielding investments.

However in light of the recent rally seen in equities, one would expect some consolidation ahead of next week’s jam packed global economic docket with rate decisions from the ECB, BOE, and the RBA on tap. The week closes with Friday’s highly anticipated non-farm payroll figures with estimates calling for a read of just 100K after last month’s dismal print of just 54K. If data next week upsets the recent shift in risk sentiment, gold could pair some of the losses seen this week as traders flock to haven assets. However, with central banks moving to curb inflation and interest rates seen on the rise, the metal should remain well anchored with risk weighted to the downside.

A Fibonacci extension taken from the all-time highs on May 2 nd and the June 22 nd peak reveals downside targets below the 100-day moving average at 76.4% extension at 1468, followed by the convergence of the 100% extension and trendline support dating back to July 28 th 2010 at $1440. If the 100-day moving average holds, a rebound sees topside targets at the 50% Fib extension just shy of the $1500 level, backed by $1530.- MB

DailyFX provides forex news on the economic reports and political events that influence the currency market.
01 July 2011 22:59 GMT