Becoming Sophisticated About Risk

Market Outlook 11 – 16 April 2011


Market Outlook 11 – 16 April 2011


Pertempuran di Libya yang telah merusak kawasan ladang Minyak, menyebabkan produksi minyak terus menurun dan harga minyak mentah terus melambung hingga di atas $113/barrel.

Emas juga mengalami kenaikkan hingga kembali mencetak rekor tertinggi dalam sejarah, di atas $1,474.00. /troy ounce Pelaku pasar menargetkan Emas naik ke $1,500/troy ounce.

German ZEW economic sentiment, level indeks gabungan berdasarkan pada survei investor dan analis di institusi Jerman di prediksi kembali mengalami penurunan, sebesar 12.2, dari 14.1. Apabila di rilis kembali turun, maka akan menyebabkan koreksi bagi penguatan Euro.

Trade balance, selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Amerika Serikat di prediksi mengalami sedikit kenaikkan, sebesar -44.1B, dari -46.3B. Apabila di rilis di atas -44.1B, maka Dollar akan mengalami koreksi dari pelemehannya.

Retail sales, Perubahan nilai total inflasi pada level retail di Amerika Serikat di prediksi mengalami penurunan, sebesar 0.6%, dari 1.0%. Apabila di rilis di bawah  0.6%, maka akan menambah pelemahan Dollar terhadap mata uang utama.

G7 (Group of Seven) meeting, pertemuan yang dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 7 negara-negara industri (Kanada, Italia, Prancis, Jerman, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat), pertemuan ini membahas mengenai  kebijakan finansial global. Baik komentar ataupun pernyataan akan membuat volatilitas pasar yang signifikan.

Prelim UoM consumer sentiment, level indeks gabungan berdasarkan survei konsumen di Amerika Serikat di prediksi mengalami sedikit kenaikan, sebesar 68.8, dari 67.5. Apabila di rilis di atas 68.8, maka akan sedikit mengangkat Dollar dari rival utamanya.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting. Ada event pertemuan G7, G20 dan IMF pada minggu ini. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales pada Rabu malam; lalu data inflasi sisi produsen PPI (Producer Price Index) dan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; kemudian data inflasi sisi konsumen CPI (Consumer Price Index), kepemilikan asing atas surat berharga jangka panjang Amerika atau TIC Long-Term Purchases, serta Prelim UoM Consumer Sentiment semuanya pada Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; lalu data tenaga kerja Inggris Claimant Count Change pada Rabu sore.

o Dari China: data inflasi dan GDP kuartalan pada Jumat pagi nanti.

Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar kembali melemah terutama terhadap euro yang ECB-nya mengambil keputusan menaikkan suku bunga acuannya, sehingga berakhir untuk index dollar di level 74.860. Pekan yang lalu euro kembali menanjak sehubungan dengan direalisasikannya kenaikan suku bunga Eropa sebesar 25 bp pada Kamis lalu, dengan euro berakhir di level 1.4453, merupakan level 15 bulan tertingginya. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4560 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya juga menguat terhadap dollar, sekitar 300 poin, ke level 1.6361, setelah menyentuh resistance 1.64 yang diprediksi minggu sebelumnya. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6878 dan kemudian 1.7064, sedang support berada pada 1.6092 dan kemudian 1.5930. Untuk USDJPY minggu lalu terus bergerak menguat ditutup di 84.83 di tengah risiko termasuk gempa bumi susulan yangb ikut melemahkan yen. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 83.77 dan 81.55. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat terus menguat mencetak posisi rekor tertingginya sepanjang sejarah oleh kenaikan harga komoditas serta berakhir di 1.0531. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0300 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu sehubungan dengan positifnya data ekonomi di Amerika dan berkurangnya kekuatiran investor terhadap situasi di Jepang telah memberikan nuansa positif bagi bursa regional. Indeks Nikkei minggu lalu yang sempat terguncang getaran gampa bumi yang baru, berfluktuasi yang berakhir flat pada 9740. Minggu ini, dari level resistance saat ini pasar akan berpeluang untuk mulai menembus level 10,000 dalam rentangan resistance terdekat pada 10325 dan level berikutnya di 10650. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370. Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu juga menanjak, ditutup di level 24249. Minggu ini akan masih positif berada dalam range level resistance di 24480 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu agak tertahan laju kenaikkannya di tengah kekuatiran investor terhadap harga tinggi minyak dunia yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi secara global. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance 13135 serta 14200, sementara support di level 11950 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu mengalami tekanan konsolidasi; sehingga market range saat ini antara resistance di level 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung terus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir kinclong di $1473.25/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk sepekan ke depan emas akan berpeluang mulai menanjak lagi, dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1480 lalu level $1500. Sementara itu, support ada di $1418.00/troy ounce serta berikut $1410.00/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak di sekitar Rp409 ribu/gram nya, di mana kenaikan emas global ditahan dengan rupiah yang sedang mengalami apresiasi.

Di antara peningkatan risiko secara global, ada saja asset investasi yang malah mencetak rekor tertinggi barunya, misalnya emas. Itu sebabnya kalau ingin sukses di dunia investasi, jangan takut risiko. Risiko sudah jadi bagian inherent dari transaksi investasi, seperti dua sisi mata uang antara risk dan gain. Risiko tinggal dikelola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s