Becoming Sophisticated About Risk

Market Outlook 21 – 26 February 2011


Minyak di perdagangkan sangat volatile selama sepekan kemarin hingga menyentuh 87.86, karena ketegangan politik di timur tengah, yang menyebabkan kekhawatiran investor atas pasokan minyak mentah. Para menteri keuangan negara-negara kelompok G20 yang bertemu di Paris-Perancis, menghasilkan kesepakatan yang kurang meyakinkan tentang bagaimana mengukur ketidakseimbangan dalam ekonomi global.

 

MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England, yang akan diadakan pada 23 Februari 2011. Pada MPC Meeting Minutes ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi Inggris, yang akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga kedepan.

 

Existing Home Sales. Jumlah bangunan yang terjual, kecuali konstruksi baru di Amerika Serikat di prediksi kembali mengalami kenaikan, 5.30M, dari 5.28M. Apabila di rilis di atas 5.30M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 405.000, setelah mengalami kenaikan, sebesar 410.000. Apabila di rilis di bawah 405.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.

 

New Home Sales.  Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 330.000, dari 329.000. Apabila di rilis di atas 330.000, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting. Amerika pada hari Senin akan libur public karena President’s Day. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; lalu data perumahan yaitu Existing Home Sales pada Rabu malam; data Core Durable Goods Orders serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data awal Prelim GDP q/q di Jumat malam.

 

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; data MPC Meeting Minutes Inggris akan jadi perhatian bagaimana kecenderungan kemungkinan kenaikan suku bunga di Inggris pada Rabu sore; serta Revised GDP q/q Inggris pada hari Jumat sore.

 

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah terhadap kelompok major currencies lainnya setelah meredanya gejolak di Mesir dan isyu bahwa the Fed masih tidak akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.630.

 

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung menguat setelah sempat satu anggota ECB menyebutkan perlunya ECB menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi global, berakhir di level 1.3687. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.

 

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar hampir 300 pips ke level 1. 6235, sejalan dengan melemahnyaUSD secara gloal. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 84.50 dan 86.00, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu,

 

Aussie dollar terpantau seminggu lewat rebound oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0147. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei masih melanjutkan bullish-nya oleh ekspektasi pemulihan ekonomi, berakhir di 10855. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 11210 dan level berikutnya di 11380. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906.

 

Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat terdongkrak sekitar 900’an poin, ditutup di level 23583. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24467 dan berikutnya 24957, sementara support-nya di 22780 selanjutnya 22415.

 

Bursa saham Wall Street minggu lalu kembali menguat terus di minggu yang ketiganya oleh prediksi the Fed bahwa yang menaikkan pertumbuhan ekonomi AS serta sejumlah laporan keuangan yang positif. S&P 500 Index dilaporkan mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600 dan 13130, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1175.

 

Untuk pasar Emas, minggu lalu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang signifikan bersaman dengan melemahnya US dollar. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1388.10 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menembus level $1400 kembali, dengan rentang berada antara level resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432. Sementara itu, support ada di $1345 serta support berikut $1307 per troy ounce.

 

Bila diperhatikan belakangan ini, di antara situasi eskalasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah berembus sentimen harapan pemulihan ekonomi global. Pasar investasi menjadi makin dinamis dalam situasi ini. Terjadi pergulatan bull vs bear yang seru kembali. Begitulah karakteristik dunia investasi. Tidak usah heran, Anda tinggal mempelajarinya, menyimak dan ambil keputusan investasi Anda dengan cepat dan taktis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s